Jumat, 08 April 2011

Rabu, 06 April 2011

Hidden Paradise

(gambar: sunset di salah satu dermaga karimun--potho by Dwi Julianto Orang Indonesia)
Karimunjawa, mungkin saat ini namanya telah dikenal oleh banyak orang, dan itu tergambar dari mulai berkembangnya daerah ini menjadi salah satu tujuan wisata dengan konsep wisata bahari di indonesia, khususnya bagi masyarakat di P.Jawa. Bisa dibilang saya juga baru beberapa tahun ini mengenal Karimunjawa secara langsung, walau belum semua pulau di sana pernah saya singgahi, namun pengalaman (obrolan dan sampling lapangan) yang saya dapat sejak pertama kali datang ke tempat ini memberikan sedikit rasa ironi dan trauma jika membayangkan tempat ini akan menjadi seperti apa pada beberapa tahun ke depan. Ironi dan Trauma ini ber-iringan dengan banyak juga program pengelolaan yang dilakukan pemerintah dan pihak swasta, serta riset dan penelitian beberapa universitas di jawa tengah dan jogja. Ibarat Karimunjawa bagai sebuah emas yang terpendam, kilaunya telah menarik berbagi kalangan datang ke tempat ini untuk mengeruknya agar bisa dinikmati dengan berbagai macam dalil kepentingan. Namun bagi saya muncul pertanyaan, apakah masyarakat dan alam Karimun juga akan mendapat hak dari kepentingan-kepentingan diatas atau akan menjadi seperti rakyat Papua yang emasnya dikeruk habis oleh orang luar??